Minggu, 01 Februari 2009

SYARAT TUMBUH

CAHAYA
Di habitat aslinya, puring tumbuh di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh. Namun demikian, di tempat teduh pun puring dapat tumbuh dengan subur. Sebagaimana tanaman lainnya, puring membutuhkan sinar matahari dalam proses metabolismenya, terutama dalam proses fotosintesis. Tanpa sinar matahari, proses tumbuh dan berkembangnya tanaman akan terhambat.
Setiap tanaman membutuhkan cahaya dengan intensitas yang berbeda-beda. Intensitas cahaya adalah banyaknya cahaya yang diterima setiap tanaman setiap harinya. Kebutuhan intensitas cahaya puring berkisar antara 90-100%, dengan lama penyinaran 10-12 jam/hari. Oleh karena itu, pada umumnya puring tidak membutuhkan naungan.
Jika cahaya terlalu sedikit, warna daun tidak cemerlang, rata-rata warna yang muncul hanya hijau. Beberapa jenis puring akan lebih ‘ngejreng” warna daunnya apabila terkena sinar matahari sehingga sangat cantik di jadikan tanaman outdoor. Termasuk dalam jenis ini misalnya Codiaeum (Croton) “Bravo” dan Croton “Craigil”
TEMPERATUR
Puring dan kerabatnya tumbuh paling ideal pada temperatur antara 20-35 derajat celcius. Suhu tersebut merupakan suhu rata-rata di Indonesia. Jadi, puring sangat ideal ditanam di negri kita ini. Pada suhu rendah, daun akan lebih sempit tetapi tebal, sedangkan pada suhu tinggi, daun akan lebih lebar tetapi tipis.
KELEMBABAN
Puring menyukai kelembaban sedang. Kelembaban optimal untuk puring berkisar antara 30-60%. Jadi, puring mampu tumbuh di daerah kering. Kelembaban yang terlalu tinggi perlu diwaspadai karena akan merangsang munculnya serangan hama dan penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar