Minggu, 01 Februari 2009

KARAKTER PURING

Puring merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini pertama kali dilaporkan oleh seorang Belanda bernama G.E Rumphius sebelum tahun 1690. Rhumpius memberi nama codiaeum pada tanaman ini. Pada tahun 1762 Carl von Linne memberi nama populer pada puring, yakni croton.
Secara morfologi, puring dibagi atas beberapa bagian, yaitu daun, batang, akar, bunga, dan biji.

DAUN
Bentuk daun puring sangat bervariasi. Ada yang berbentuk bulat telur (ovatus), lonjong (oblongus), jorong (ellipticus), dan ada juga yang berbentuk pita (linear). Masing-masing daun mempunyai corak dan warna berbeda-beda.
Tepi daun ada yang rata, bergelombang, dan bahkan berpilin. Ujung daun juga bervariasi bentuknya, ada yang runcing (acutus), tumpul (obtusus), dan meruncing (acuminatus).
Daun puring tersusun berselang-seling atau saling berhadapan dan duduk pada ruas batang tanaman. Daun yang masih muda akan selalu berwarna hijau cerah. Seiring dengan perkembangannya, daun-daun baru ini akan berubah warnanya sesuai dengan jenisnya. Jadilah ciri khas puring, yakni warna daun muda akan selalu berbeda dengan daun tua. Akibatnya, secara keseluruhan akan terbentuk perpaduan warna yang sangat indah.
Daun puring mengandung senyawa saponin, flavanoida, dan polivenol. Itulah sebabnya tanaman ini kadang-kadang dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
BATANG
Sosok batang puring ada dua macam, yaitu bulat, dan bersudut. Pertumbuhan batang tegak menjulang keatas dengan percabangan banyak. Seperti tanaman Euphorbiaceae lainnya, batang puring bergetah. Semakin bertambah umur tanaman, batang akan berkayu dan mengeras.
BUNGA
Puring merupakan tanaman berumah satu (monoeciouse). Jadi, bunga jantan dan bunga betina terpisah dalam tandan bunga yang berbeda. Bunga puring termasuk bunga telanjang-bunga jantan merupakan kumpulan benang sari. Puring termasuk tanaman protandri, yaitu bunga jantan akan muncul dan masak terlebih dahulu dibanding bunga betina.
Bunga tersusun berangkai dalam satu tangkai bunga. Setiap bunga mempunyai 5-10 tangkai benang sari. Bunga betina hanya tersusun dari mahkota bunga semu, pistil (putik), dan ovari (bakal buah). Kepala putik merupakan rongga atau lubang dangkal berisi cairan kental (agak lengket). Lubang ini merupakan tempat meletakkan pollen dan masuknya tabung pollen ke dalam ovari pada waktu penyerbukan.
BUAH DAN BIJI
Buah puring berbentuk bulat. Buah muda berwarna hijau berkilat, setelah tua berubah menjadi hijau tua kusam. Biji juga berbentuk bulat, terdapat di dalam buah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar